NARKOBA : NIKMAT SESAAT SENGSARA DI AKHIRAT !!
Oleh Anhar Adhi Firdaus
Semua berawal dari kata coba-coba!! Perlu temen-temen ketahui bahwa berhati-hatilah dengan kata coba-coba ini. Hanya dengan “mencoba” inilah sahabat-sahabat bahkan orang-orang yang sangat kita sayangi bisa putus harapan masa depannya di tengah jalan seketika. Tetapi gara-gara apa…?? Gara-garanya Cuma sepele yaitu hanya mencoba memakai NARKOBA satu kali saja. Tapi, tunggu dulu dulu….??? Walaupun nikmatnya bukan main, akan tetapi akibatnya BUNG…?! Luar biasa…..???.
Oh iya temen-temen, perlu kita ketahui bahwa NAPZA itu jenisnya bermacam-macam. Ada yang yang macamnya berbentuk kapsul, tablet bahkan ada yang jenisnya bubuk. Ingat ya…?? Semua jenis obat dan zat dapat membahayakan tubuh kita yaitu
bila digunakan tidak sesuai dengan aturan pemakaiannya. Efek obat akan sangat tergantung pada berbagai faktor yang saling berinteraksi. Seberapa besar efeknya bagi tubuh tergantung pada jenis obat yang digunakan, berapa banyak dan sering digunakan, bagaimana cara menggunakan obat itu, dan apakah digunakan bersama obat lain. Efek obat terhadap tubuh manusia juga tergantung dari berbagai faktor psikologis seperti kepribadian, harapan atau perasaan saat memakai, dan faktor biologis seperti berat badan, kecenderungan alergi, dll. Secara fisiologis organ tubuh yang paling banyak dipengaruhi adalah sistem syaraf pusat (SSP) , termasuk otak dan sumsum belakang organ-organ otonom seperti jantung, paru-paru, hati, ginjal, dan pancaindera. Kerusakan pada organ-organ tubuh itu menghilangkan dan merusak fungsi-fungsi tubuh pemakai sebagai manusia normal, sehingga selanjutnya pemakai tidak dapat lagi hidup normal.
NAPZA membahayakan hidup pemakai sendiri maupun orang lain. Bagi pemakai, selain tidak dapat hidup normal, ia juga bisa menghadapi kematian karena overdosis atau penyakit lain. Para pemakai NAPZA biasanya juga menjadi beban bagi orang-orang lain di sekitarnya mulai dari keluarganya sendiri sampai masyarakat luas.
Temen-temen tahu ga’ apa akibat orang yang menyalahgunakan NAPZA?
Orang yang menyalahgunakan NAPZA itu disebut pengguna obat, biasanya tidak dapat hidup normal. Penyalahgunaan obat menciptakan ketergantungan fisik maupun psikologis pada tingkat yang berbeda-beda. Ketergantungan atau kecanduan menyebabkan pengguna tidak dapat hidup tanpa obat. Ketergantungan dimulai ketika orang dengan sadar memilih untuk menyalahgunakan obat. Ketergantungan bukan hanya berarti memakai obat secara berlebih. Ketergantungan disebabkan efek obat pada kerja dan metabolisme otak yang merubah penyalahgunaan menjadi ketergantungan akan obat dan sebuah penyakit kronis.
Ketergantungan fisik menyebabkan timbulnya rasa sakit luar biasa bila ada usaha untuk mengurangi pemakaiannya atau bila pemakaian akan dihentikan. Ketergantungan secara psikologis menimbulkan tingkah laku yang kompulsif (berkeras, ngotot) untuk memperoleh obat-obatan tersebut Ketergantungan ini menyebabkan perilaku orang tersebut menjadi aneh dan kadang-kadang tak terkendali.Keadaan ini semakin buruk manakala tubuh sang pemakai menjadi kebal, sehingga kebutuhan tubuh akan zat yang biasa dipakainya tersebut meningkat untuk dapat sampai pada efek yang sama "tingginya" (disebut toleransi).
Dosis yang tinggi dan pemakaian yang sering diperlukan untuk menenangkan keinginan yang besar. Semakin tinggi dosis dan semakin sering pemakaian, semakin besar kemungkinan pemakai mengalami over dosis (takaran melebihi kemampuan tubuh menerimanya) yang menyebabkan kematian.
Cara termudah mencegah kematian akibat NAPZA, adalah tidak mulai menggunakannya sama sekali !
Sekali pemakai kecanduan, ia akan memiliki ketergantungan fisik dan psikologis. Ketergantungan psikologis bisa berlangsung seumur hidup! Ketergantungan psikologis sangat sulit dikurangi dan dihentikan.
Mencegah adalah usaha terbaik ! Mencegah jauh lebih mudah dan murah daripada mengobati.
Lalu, apa sajakah bahayanya bagi kita semua?
Penyalahgunaan NAPZA menimbulkan berbagai perasaan enak, nikmat, senang, bahagia, tenang dan nyaman pada pemakainya. Tetapi perasaan positif ini hanya berlangsung sementara, yaitu selama zat bereaksi dalam tubuh. Begitu efek NAPZA habis, yang terjadi adalah justru rasa sakit dan tidak nyaman sehingga pemakai merasa perlu menggunakannnya lagi. Hal ini terus berulang sampai pemakai menjadi tergantung. Ketergantungan pada NAPZA inilah yang mengakibatkan berbagai dampak negatif dan berbahaya, baik secara fisik, psikologis maupun sosial. Hal ini juga sanga berpengaruh sekali terhadap tubuh kita yaitu tergantung pada jenis NAPZA, jumlah dan frekuensi pemakaian, cara menggunakan serta apakah digunakan bersamaan dengan obat lain, faktor psikologis (kepribadian, harapan dan perasaan saat memakai) dan faktor biologis (berat badan, kecenderungan alergi, dll) Secara fisik organ tubuh yang paling banyak dipengaruhi adalah sistim syaraf pusat yaitu otak dan sum-sum tulang belakang, organ-organ otonom (jantung, paru, hati, ginjal) dan pancaindera (karena yang dipengaruhi adlah susunan syaraf pusat). Pada dasarnya penyalahgunaan NAPZA akan mengakibatkan komplikasi pada seluruh organ tubuh, yaitu :
Gangguan pada sistim syaraf (neurologis) seperti kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti infeksi akut otot jantung, ganguan peredaran darah
Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti : pernanahan, bekas suntikan, alergi
Gangguan pada paru-paru seperti : penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru, penggumpulan benda asing yang terhirup
Gangguan pada darah : pembentukan sel darah terganggu
Gangguan pencernaan (gastrointestinal) : mencret, radang lambung & kelenjar ludah perut, hepatitis, perlemakan hati, pengerasan dan pengecilan hati
Gangguan sistim reproduksi seperti gangguan fungsi seksual sampai kemandulan, gangguan fungsi reproduksi, ketidakteraturan menstruasi, cacat bawaan pada janin yang dikandung
Gangguan pada otot dan tulang seperti peradangan otot akut, penurunan fungsi otot (akibat alcohol)
Dapat terinveksi virus Hepatisit B dan C, serta HIV akibat pemakaian jarum suntik bersama-sama. Saat ini terbukti salah satu sebab utama penyebaran HIV/AIDS yang pesat, terjadi melalui pertukaran jarum suntik di kalangan pengguna NAPZA suntik (Injecting Drug Users)
Kematian. Sudah terlalu banyak kasus kematian terjadi akibat pemakaian NAPZA, terutama karena pemakaian berlebih (over dosis) dan kematian karena AIDS dan penyakit lainnya.
Kalau begitu apa dong, contoh obat-obatnya itu?
Opiat Pemakaian opiat yang berulang dapat menimbulkan toleransi dan ketergantungan. Kecepatan terjadinya toleransi bergantung pada pemakaiannya. Pada pemakaian yang terus menerus dalam dosis yang tinggi, toleransi akan terjadi dengan cepat. Penghentian pemakaian akan menyebabkan rasa sakit atau "sakaw" yang luar biasa karena gejala putus obat.
Putauw/HeroinHeroin dapat menekan kegiatan sistim syaraf pusat, memperlambat detak jantung, memperbesar pembuluh darah tertentu. Orang yang baru menggunakan heroin sering mengalami mual-mual, muntah, pusing dan gatal-gatal. Dampak psikologisnya antara lain : perasaan senang, tegang dan keinginan bersukaria. Toleransi terhadap zat ini akan terjadi dengan cepat sehinggi dibutuhkan dosis yang semakin tinggi. Gejala putus obat atau penghentian diikuti rasa sakit luar biasa.
Kokain Efek fisioligisnya : percepatan detak jantung, darah tinggi, suhu tubuh meningkat, bola mata mengecil, terbius sesaat, nafsu makan hilang serta susah tidur. Pemakaian dalam waktu lama menyebabkan kelelahan, masalah pencernaan, detak jantung tidak teratur. Efek psikologisnya : menimbulkan rasa gembira, terangsang, bertambah tenaga, meningkatkan percaya diri dan mencapai perasaan sukses. Efek menyenangkan yang hebat hanya berlangsung sekitar 20 menit dan langsung diikuti efek tidak menyenangkan sesudahnya meliputi perasaan depresi dan kelelehan. Akibatnya pemakai ingin menggunakannya secara terus menerus. Pemakaian berulang mengakibatkan kegelisahan, perasaan terlalu gembira, tegang, paranoid.
Ganja/cannabis Efek yang ditimbulkan sangat tergantung pada jumlah pemakaian, kepribadian dan harapan pemakai serta situasi sekitar. Beberapa efek yang biasa terjadi : gembira, meningkatkan percaya diri, perasaan santai, sangat peka terhadap warna dan suara, mengurangi kemampuan konsentrasi dan daya tangkap, penglihatan menjadi kabur, berkurangnya sirkulasi darah ke jantung. Penggunaan dosis tinggi bisa mengakibatkan rasa panik dan paranoid dan halusinasi.
Alkohol Efek penggunaan alkohol tergantung dari jumlah yang dikonsumsi, ukuran fisik pemakai dan kepribadiannya. Alkohol dapat mempengaruhi koordinasi anggota tubuh, akal sehat, tingkat energi, dorongan seksual dan nafsu makan. Putus zat dapat mengakibatkan gejala-gejala seperti : hiperaktif, berkeringat, darah tinggi dan tangan gemetar (tremor)
MDMA / Ecstacy (turunan Amphetamin)Efek terhadap tubuh : berkeringat banyak, mulut kering. Rasa haus, rahang kaku, tekanan darah tinggi, detak jantung dan suhu tubuh meningkat, mata berair, kelebihan tenaga dan kurang nafsu makan. Efek psikologisnya : gembira, energik. Penyalahgunaan ecstacy meningkatkan risiko komplikasi pada pemakai yang memiliki tekanan darah tinggi, penyakit jantung, asma, diabetes, ayan dan gangguan jiwa. Bila digunakan dalam dosis tinggi dapat menimbulkan pengaruh fisiologis seperti detak jantung dan tekanan darah meningkat. Mulut kering, berkeringat. Dampak psikologisnya adalah suasana hati mudah berubah, gelisah, mudah marah, bingung, dan tegang. Akibatnya pemakai menjadi paranoid dan bersikap curiga tidak pada tempatnya, mengkhayal, dan berhalusinasi. Hal ini bisa mengakibatkan gangguan jiwa. Bila pemakaian amphetamin dihentikan, pemakai akan mengalami depresi, merasa lelah, bosan, dan sering lapar. Dosis pemakaian terus meningkat sehingga untuk mencapai efek yang diinginkan bisa seratus kali lebih banyak daripada awal penggunaannya.
Sedativa-Sedativa, termasuk berbagai obat penenenang dan obat tidur, mengurangi fungsi sistem syaraf pusat. Sedativa dapat menyebabkan koma, bahkan kematian bila dipakai melebihi takaran. Efek lain adalah terganggunya ingatan atau memori dan kemampuan berbicara, bahkan bisa menyebabkan kecatatan. Gejala putus obatnya bisa lebih serius daripada heroin.
Shabu-shabu efek dari shabu-shabu ini bermacam-macam tergantung pada kondisi kejiwaan pemakai sebelum menggunakan. Umumnya kepercayaan diri meningkat setelah mengggunakan. Akibatnya pemakai bisa bertindak ganas, agresif dan tingkah lakunya brutal.
Nah, ingat ya temen-temen beberapa uraian singkat di atas perlu kita pikirkan matang-matang jangan sampai cita-cita kita, hanya dalam waktu singkat saja dapat hancur gara-gara NARKOBA.
Ingat pesan Bang Napi “Sekali kamu mencoba jangan harap Akhirat menerima” Ingat itu…..??? Say to No Drug’s???